September 7, 2026
IMG-20260805-WA0008

*Gereja NTT Berkabung: Pater Marsellus Bao Nule, Gembala Sederhana yang Setia Sampai Akhir, Telah Pulang ke Rumah Bapa*

Dajar Aktual 5 Augustu 2026

KEFAMENANU — Kabar duka menyelimuti Gereja Katolik di Nusa Tenggara Timur. Pater Marsellus Bao Nule, SVD, imam dari Kongregasi Serikat Sabda Allah, dipanggil Tuhan pada Rabu, 05 Agustus 2026, pukul 13.00 WITA di Rumah Sakit Katolik Marianum Halilulik, Jalan Raya Halilulik–Betun, Dusun Halibaurenes, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu.

Kabar ini menjadi duka yang mendalam bagi umat di Keuskupan Atambua dan seluruh masyarakat Timor Tengah Utara. Kehilangan seorang gembala yang selama hidupnya memilih jalan kesederhanaan dan kerendahan hati.

Selama puluhan tahun dalam panggilan imamat, Pater Marsellus mewartakan Injil bukan hanya dengan kata, tetapi dengan tindakan. Ia hadir di tengah umat tanpa sekat, merangkul yang lemah, menguatkan yang kecil, dan berjalan bersama mereka yang miskin.

Pelayanan pastoralnya membentang di berbagai paroki di wilayah Keuskupan Atambua. Di setiap tempat ia ditugaskan, jejak kasih dan dedikasinya selalu tertinggal dalam bentuk komunitas yang semakin hidup dan iman yang semakin dewasa.

Selain memimpin perayaan Ekaristi dan sakramen, beliau juga setia mendampingi pembinaan rohani, kelompok kategorial, dan kegiatan umat. Suaranya yang teduh menjadi penuntun, nasihatnya yang bijak menjadi pegangan.

Di bidang kemasyarakatan, Pater Marsellus tidak pernah tinggal diam. Ia terlibat dalam kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan di Kabupaten Timor Tengah Utara. Baginya, iman harus menjadi nyata dalam kepedulian kepada sesama.

Naa Paroki Tunbaba menjadi salah satu saksi pengabdian terpanjangnya. Di sana beliau dikenang sebagai imam paling sulung yang menanam benih persaudaraan dan membangun kehidupan menggereja dari akar.

Sebagai imam SVD, semangat misi “Verbi Divini” hidup dalam dirinya. Ia menjadi pewarta Sabda yang berjalan, yang menjadikan rumah umat sebagai rumahnya sendiri.

Kebijaksanaan dan pengalaman panjangnya menjadikan Pater Marsellus teladan bagi para imam muda. Banyak dari mereka belajar tentang kesetiaan, tentang doa, dan tentang bagaimana menjadi gembala yang berbau domba.

Bagi umat, kepergian beliau bukan akhir dari karya. Warisan iman, semangat melayani, dan cinta kepada Gereja yang ditanamkannya akan terus bertumbuh dalam hati mereka yang pernah dilayaninya.

Keluarga besar Kongregasi SVD, Keuskupan Atambua, umat Paroki Tunbaba, dan seluruh masyarakat NTT kini menunduk dalam doa. Mereka melepas seorang sahabat, seorang ayah rohani, seorang pelayan yang setia sampai akhir.

Semoga teladan Pater Marsellus Bao Nule menjadi obor yang terus menyala. Dan semoga dalam damai Tuhan, ia kini beristirahat dalam Rumah Bapa yang telah dilayaninya sepanjang hidup.

Ana Funan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *