Oktober 21, 2026
IMG-20261008-WA0011

*Antrean BBM Berular Lagi di Kefamenanu, Warga Geram: Jangan Biarkan Permainan Kotor Terus Merajalela*

Kefamenanu, Fajar Aktua.online Kamis 8 Oktober 2026

Antrean panjang kendaraan di tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali terjadi dan memicu keresahan warga.

Kondisi tersebut kembali mengganggu pelayanan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang menjadi kebutuhan utama masyarakat kecil, sopir angkutan, petani hingga ojek.

Padahal, situasi di sejumlah SPBU sempat berangsur normal selama kurang lebih tiga pekan terakhir, setelah sebelumnya menjadi sorotan publik karena antrean yang tidak kunjung usai.

Kini, antrean panjang kembali terlihat mengular hingga ke badan jalan, membuat arus lalu lintas terganggu dan pelayanan SPBU tidak maksimal.

Hingga saat ini, penyebab pasti kembali memanjangnya antrean tersebut belum diketahui secara resmi, baik dari pihak Pertamina maupun pemerintah daerah.

Namun, muncul dugaan sementara bahwa kondisi itu berkaitan dengan adanya pengurangan kuota pengiriman BBM dari Depo Pertamina kepada tiga SPBU di Kota Kefamenanu.

Situasi tersebut memicu kekesalan warga yang mempertanyakan konsistensi sistem distribusi BBM bersubsidi di Kabupaten TTU, baik dari sisi pasokan maupun pelayanan di tingkat SPBU.

Salah seorang warga Kota Kefamenanu, Marselinus Elu, mengaku kecewa karena persoalan antrean BBM kembali terjadi setelah sebelumnya sempat normal.

Menurutnya, kondisi pelayanan yang membaik hanya bertahan sekitar tiga minggu sebelum kembali mengalami persoalan yang sama dan merugikan masyarakat.

Ia meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera melakukan penelusuran apabila memang terdapat indikasi penyimpangan dalam distribusi BBM bersubsidi.

Harus ada tindakan tegas. Kami meminta pemerintah daerah dan aparat kepolisian untuk segera menyelidiki dugaan permainan kotor ini agar masyarakat tidak terus-menerus dirugikan, ujar Marselinus, Kamis 8 Oktober 2026.

Fajar Aktual menegaskan, ini adalah peringatan keras kepada Pemerintah Daerah Kabupaten TTU dan Polres TTU agar tidak terus melakukan pembiaran terhadap antrean yang terus berular di SPBU.

Jika dugaan pengurangan kuota, penimbunan, atau permainan distribusi benar terjadi, maka harus diusut tuntas dan pelakunya ditindak tanpa pandang bulu, karena BBM subsidi adalah hak rakyat.

Masyarakat Kefamenanu sudah terlalu lama menjadi korban. Jangan tunggu sampai kemarahan warga meledak, pemerintah dan Polres TTU harus hadir dan beri kepastian.

(@anafunan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *