Pengawas Agustinus Badjo Dorong Penguatan MGMP PAK Magetawa melalui Pendampingan Perencanaan Program
Maumere, Sikka. FajarAktual. Com
Pengawas Pendidikan Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka, Agustinus Badjo, mendorong penguatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Katolik tingkat SMP Wilayah Zona 1 Magetawa melalui pendampingan perencanaan program dan penyusunan proposal bantuan.
Humas Kemenag Yodi Alo melaporkan pendampingan yang berlangsung di SMPK Alvares Paga, Selasa (15/9/2026), diikuti oleh para guru Pendidikan Agama Katolik dari wilayah Mego, Paga, dan Tanawawo. Kegiatan tersebut diarahkan untuk memastikan MGMP memiliki perencanaan program yang jelas, berbasis kebutuhan guru, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran.
Agustinus Badjo menjelaskan bahwa penguatan MGMP tidak cukup hanya dengan menjalankan kegiatan secara rutin. Forum profesional guru tersebut perlu memiliki program yang terarah sehingga keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi pengembangan kompetensi guru dan peningkatan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Katolik di sekolah.
“MGMP harus menjadi ruang bagi guru untuk saling belajar, berbagi pengalaman, mengembangkan perangkat pembelajaran, dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi dalam proses pembelajaran,” ujar Agustinus.
Dalam pendampingan tersebut, para guru diarahkan untuk mengidentifikasi kebutuhan MGMP sebelum menuangkannya ke dalam proposal. Pembahasan mencakup penyusunan latar belakang, tujuan, sasaran, rencana kegiatan, hingga kebutuhan anggaran yang berkaitan langsung dengan program yang akan dilaksanakan.
Menurut Agustinus, pendekatan berbasis kebutuhan penting agar setiap program MGMP memiliki arah dan manfaat yang jelas. Proposal bantuan, katanya, tidak boleh dipandang semata-mata sebagai dokumen administratif, tetapi sebagai bagian dari perencanaan program yang dapat memperkuat kapasitas guru secara berkelanjutan.
“Yang paling penting bukan hanya proposalnya selesai, tetapi program yang direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan guru dan pada akhirnya berdampak pada peserta didik,” tegasnya.
MGMP memiliki posisi strategis sebagai wadah pengembangan profesionalisme guru. Melalui forum tersebut, guru dapat membangun kolaborasi, mendiskusikan praktik pembelajaran, menyusun dan mengevaluasi perangkat pembelajaran, serta mengembangkan kompetensi sesuai dengan kebutuhan di satuan pendidikan.
Dalam konteks Pendidikan Agama Katolik, penguatan forum MGMP menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembelajaran yang kolaboratif. Guru tidak hanya dituntut menguasai materi pembelajaran, tetapi juga perlu terus mengembangkan strategi dan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan peserta didik.
Pendampingan di Zona 1 Magetawa juga menunjukkan peran Pengawas Pendidikan Agama Katolik dalam mendorong agar pengembangan profesionalisme guru dilakukan secara terencana. Pendampingan tidak berhenti pada pemenuhan aspek administratif, tetapi diarahkan pada kemampuan MGMP dalam merancang program yang dapat dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan.
Melalui proses tersebut, MGMP Pendidikan Agama Katolik Zona 1 Magetawa diharapkan semakin mampu menjalankan fungsinya sebagai ruang kolaborasi dan pengembangan profesional guru. Perencanaan program yang baik menjadi langkah awal untuk menghadirkan kegiatan pengembangan kompetensi yang lebih terarah dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah.
Kegiatan pendampingan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka dalam memperkuat kapasitas guru Pendidikan Agama Katolik melalui organisasi profesi yang aktif, terencana, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan.
Dengan demikian, penyusunan proposal bantuan MGMP bukan menjadi tujuan akhir, melainkan instrumen untuk membangun program pengembangan kompetensi guru yang lebih sistematis. Hasil yang diharapkan adalah semakin kuatnya kolaborasi antarguru, meningkatnya kualitas praktik pembelajaran, dan semakin optimalnya layanan Pendidikan Agama Katolik bagi peserta didik di wilayah Magetawa.
Redaksi : Yuven Fernandez
