Miss Kristin Anak Petani asal Sabu Timur NTT Mahasiswi PAK Program Doktor Dapat Penghargaan dari UKI Jakarta
Jakarta. -fajaraktual.online
Kristiani Yanti Kana anak dari keluarga petani asal Sabu Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur tak dapat menahan haru dan rasa bahagianya ketika mendapatkan Piagam Penghargaan karena prestasi akademik dari Universitas Kristen Indonesia ( UKI) Jakarta. 
Miss Kristin biasa disapa tak menyangka bahwa momen pemberian penghargaan bagi mahasiswa Angkatan 2025 Program Studi Pendidikan Agama Kristen Program Doktor Program Pasca Sarjana dengan IPK 4.00 digelar saat Sidang Terbuka Senat Universitas Kristen Indonesia Dalam Rangka Penerimaan Mahasiswa Baru Program Doktor, Magister, Sarjana Tahun Akademik 2026/ 2027 Senin ( 14/9/2026)
“Sebagai manusia saya tidak menyangka mendapatkan penghargaan ini. Saya sungguh kaget dan terharu . Semua ini campur tangan Tuhan dan pertolongan Yesus. Seperti dikatakan Nabi Yeremia diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan dalam hidupnya, ” kata Kristin merendah.
Kristin lanjutnya dengan disiplin ilmu akan terus mengembangkan ilmu PAK bagi sesama dalam hal ini keluarga, sekolah, gereja, Perguruan Tinggi melalui pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Sedangkan Dampak Pendidikan Agama Kristen ( DPAK ) kata anak ke 2 buah kasih Daud dan Yuliana ini dapat memberkati banyak orang untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus.
“Dampak Pendidikan Agama Kristen melalui pembentukan karakter moral, penguatan iman dan pembangunan sikap toleransi dalam masyarakat yang majemuk. Hal ini membantu mengarahkan individu hidup sesuai dengan nilai- nilai kasih dari Yesus Kristus, ” kata Wakil Ketua DPP Perkumpulan Flobamora Indonesia Berkarya ini.
Kepada mahasiswa/ i yang memilih program Pendidikan Agama Kristen Miss Kristin minta tetap fokus meraih cita-cita dan tetap andalkan Tuhan Yesus di setiap waktu. “Bagi semua mahasiswa yang sedang berjuang dalam belajar, berdoa dan belajar itu satu paket. Bahkan jika sementara kerja sambil kuliah harus lebih effort untuk mengatur waktu dalam hal belajar, “pintanya.
Redaksi :Yuven Fernandez
