MAKASSAR, FAJARAKTUAONLINE.COM- Di balik tugas dan tanggung jawabnya sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), sosok IPDA , Apriandi Makkasau yang bertugas sebagai Kanit Provost Polsek Biringkanaya, menunjukkan kepedulian terhadap sesama melalui aksi kemanusiaan yang patut menjadi perhatian dan teladan bagi masyarakat.

IPDA , Apriandi Makkasau dikenal senantiasa meluangkan waktunya untuk mendatangi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang ditemukan di kawasan Jalan TMP, Panaikang, Kota Makassar. Di tengah kesibukannya menjalankan tugas kepolisian, ia tetap menyempatkan diri memberikan perhatian, termasuk menyediakan makanan dan minuman yang layak bagi mereka yang membutuhkan.
Bagi IPDA Apriandi Makkasau , kepedulian terhadap sesama bukan semata-mata tentang besar kecilnya bantuan, melainkan tentang bagaimana seseorang hadir ketika ada orang lain yang membutuhkan uluran tangan. Makanan dan minuman yang diberikan mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki makna besar bagi seseorang yang hidup dalam kondisi rentan dan membutuhkan perhatian.
Kemanusiaan Tidak Mengenal Status dan Kondisi
Kepedulian terhadap ODGJ menjadi pengingat bahwa setiap manusia memiliki hak untuk diperlakukan secara bermartabat, tanpa memandang kondisi kejiwaan, keadaan sosial, maupun latar belakang kehidupannya.
Mereka yang mengalami gangguan jiwa tetap membutuhkan makanan bergizi, air minum yang layak, lingkungan yang bersih, serta perhatian terhadap kesehatan dan keselamatan dirinya. Karena itu, penanganan ODGJ perlu dilakukan dengan pendekatan kemanusiaan, tanpa stigma, diskriminasi, ataupun tindakan yang merendahkan martabat manusia.
Kehadiran sosok seperti IPDA Apriandi Makkasau memperlihatkan bahwa kepedulian dapat dimulai dari tindakan nyata di lingkungan sekitar. Meski demikian, perhatian terhadap ODGJ juga membutuhkan keterlibatan pemerintah, tenaga kesehatan, dinas sosial, serta masyarakat agar mereka memperoleh penanganan yang sesuai dengan kebutuhan.
Tugas Polri Bukan Hanya Menjaga Keamanan, tetapi Juga Mengayomi Masyarakat
Sebagai anggota Polri, tugas dan tanggung jawab tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mencakup pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan prinsip Polri yang mengedepankan pelayanan kepada masyarakat serta nilai-nilai kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas. Kepedulian IPDA Supriadi menjadi gambaran bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang menyentuh kehidupan orang lain.
Di tengah tuntutan tugas sebagai Kanit Provost Polsek Biringkanaya, kesediaannya meluangkan waktu untuk memberikan makanan dan minuman kepada ODGJ patut diapresiasi sebagai bentuk kepedulian sosial.
Aksi seperti ini juga menjadi pengingat bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi turut diperkuat oleh rasa empati, kepedulian, dan semangat gotong royong.
Mengajak Masyarakat Menumbuhkan Kepedulian
Kepedulian terhadap ODGJ bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama. Masyarakat diharapkan tidak mengucilkan atau melakukan tindakan yang membahayakan mereka. Apabilaqqqqq ditemukan ODGJ yang membutuhkan pertolongan, masyarakat dapat berkoordinasi dengan petugas kesehatan, dinas sosial, pemerintah setempat, atau kepolisian sesuai kebutuhan.
Pemberian makanan dan minuman juga perlu memperhatikan kebersihan serta keamanan agar tidak menimbulkan risiko kesehatan. Apabila diperlukan, pendampingan tenaga kesehatan menjadi langkah penting untuk memastikan penanganan yang tepat.
Sosok IPDA Apriandi Makkasau , , yang biasa di sapa opu memberikan pesan bahwa pengabdian tidak selalu harus diwujudkan melalui tindakan besar. Terkadang, kepedulian sederhana berupa kehadiran, makanan, minuman, dan perhatian yang tulus justru menjadi bentuk kemanusiaan yang paling berarti.
Semoga semangat kepedulian tersebut terus tumbuh di tengah masyarakat dan menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk bersama-sama menjaga martabat manusia, khususnya mereka yang berada dalam kondisi rentan dan membutuhkan uluran tangan.
Muh Yusuf
korwil Indonesia timur
