September 7, 2026
IMG-20260725-WA0001

Menyalakan Obor Pendidikan di Bumi Sikka: Komunitas Belajar Kepala SMP Klaster 9 Gelar Pertemuan Kolaboratif di Sanpukat Maumere

Maumere, Sikka. Online 

Dalam semangat gotong royong dan komitmen meningkatkan mutu pendidikan, Komunitas Belajar (Kombel) Kepala SMP Klaster 9 Kabupaten Sikka menggelar pertemuan intensif yang sarat inspirasi pada Jumat (24/7/2026) di Aula Sanpukat, Maumere.

Pertemuan sehari yang dihadiri oleh para Kepala Sekolah dan Kepala Kurikulum ini mengusung serangkaian agenda krusial: berbagi praktik baik Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), pemaparan profil sekolah, hingga Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Ajaran 2026/2027.

Inovasi dan Warna-Warni MPLS Ramah Anak

Dipandu oleh Pengawas Sekolah Klaster 9, Ibu Ana Aprila, sesi berbagi praktik baik menjadi panggung bagi 10 Kepala Sekolah untuk saling belajar. Secara umum, pelaksanaan MPLS di Klaster 9 telah mengacu pada panduan MPLS Ramah Kemendikdasmen.

Berbagai tantangan geografis dan teknis berhasil diurai dengan jiwa kepemimpinan yang tangguh.

Inovasi Pembelajaran dan Deteksi Dini: Ibu Tutty Lisnawati, S.Pd., membagikan momen seru saat hari kedua MPLS, di mana para murid dan guru berantusias mendeteksi kesehatan dini melalui perhitungan denyut nadi dan tes fleksibilitas (sit and reach).

Literasi Digital: Ibu Irene Sidok, Kepala SMP PGRI 1 Egon, menghadirkan terobosan dengan menggandeng Dinas Kominfo untuk membekali murid baru agar bijak bermedia sosial.

Penuh Semarak dan Kemasyarakatan: Kepala SMPK Bank Saller, Pak Paulus Wisang, mengaku sangat terinspirasi oleh SMPN 43 Wolomotong yang menutup MPLS dengan jalan sehat diiringi drumband mengelilingi desa, menciptakan ikatan hangat antara sekolah dan masyarakat.

Resiliensi Hadapi Kendala: Tantangan koneksi internet saat asesmen literasi dan numerasi—seperti yang dialami SMPN 47 Ojang—dapat teratasi berkat strategi kreatif para pendidik sehingga seluruh murid selesai mengikuti rangkaian tes.

“Pertemuan ini sangat padat namun luar biasa menyenangkan. Kami pulang dengan pemahaman baru, terutama dalam menyelaraskan Visi, Misi, dan Tujuan sekolah melalui pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning),” ujar Pak Henry Eky, Kepala SMPK Runu Puhun, penuh antusias.

Menjawab Tantangan Literasi dan Penguatan Kurikulum

Selain mengevaluasi MPLS, para pemimpin sekolah memaparkan profil satuan pendidikan masing-masing. Terungkap sebuah realitas bersama: masih ditemukannya siswa kelas VII yang belum lancar membaca. Namun, alih-alih menyerah, seluruh sekolah di Klaster 9 telah berkomitmen menyiapkan program intervensi literasi secara khusus.

Pada sesi Bimbingan Teknis KSP, Pengawas Sekolah memandu penyegaran pemahaman sesuai Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025, prosedur penyusunan KSP, serta kriteria kenaikan kelas dan kelulusan berdasarkan Surat Edaran Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka.

Sesi ini diperkaya oleh pemaparan dari Ibu Tutty (Kepala SMPN 46 Nangahale) mengenai penyelarasan Visi-Misi sekolah dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).

Langkah Nyata ke Depan

Pertemuan ditutup dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) berupa jadwal pendampingan penyusunan KSP di masing-masing sekolah. Semangat saling menopang antar-sekolah di Klaster 9 Kabupaten Sikka ini menjadi bukti nyata bahwa transformasi pendidikan berawal dari komunitas belajar yang hidup, adaptif, dan berorientasi pada murid.

Redaksi : Yuven Fernandez

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *