DIJEMPUT TENGAH MALAM, KELUARGA NADA SEBUT ANAK DIBAWA PERGI TANPA PERSETUJUAN
MAROS —fajaraktual.online
Suasana keluarga Nada, seorang perempuan yang berdomisili di kawasan Maros Tonasa 1, mendadak berubah setelah dirinya diduga dijemput seorang laki-laki bernama Mimin pada Selasa malam, 15 September 2026, sekitar pukul 23.15 WITA.
Menurut keterangan keluarga, Mimin datang ke rumah menggunakan sebuah kendaraan pikap berwarna putih. Keluarga menduga kendaraan tersebut merupakan kendaraan milik bos toko bahan bangunan tempat Mimin bekerja, yang disebut berada di sekitar kawasan Pertamina Bili-Bili.
Peristiwa penjemputan yang berlangsung larut malam tersebut kemudian menimbulkan persoalan serius bagi keluarga Nada. Hingga Rabu, 16 September 2026, keluarga menyatakan Nada belum dikembalikan ke rumah.
Orang tua Nada mengaku tidak pernah memberikan persetujuan kepada pihak laki-laki untuk membawa anaknya pergi pada malam tersebut.
“Keluarga laki-laki memang sudah pernah meminta agar anak saya dinikahkan, tetapi kami dari keluarga perempuan menolak,” demikian keterangan orang tua Nada.
Keluarga menegaskan, penolakan tersebut membuat keberangkatan Nada bersama Mimin menjadi persoalan yang menurut mereka harus segera mendapat kejelasan.
Orang tua Nada bahkan menyatakan siap menempuh jalur hukum apabila anaknya dinikahkan tanpa persetujuan keluarga atau apabila ditemukan unsur pidana dalam proses membawa Nada dari rumah.
“Kalau ada yang menikahkan anak saya, pasti saya tuntut dan saya pidanakan. Saya akan melaporkan kepada pihak yang berwajib mengenai penculikan anak saya,” tegas orang tua Nada.
Menurut keluarga, persoalan utama bukan semata-mata mengenai rencana pernikahan, melainkan bagaimana Nada dijemput pada malam hari dan kemudian belum kembali ke rumah.
Keluarga mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab atas keberadaan Nada, ke mana ia dibawa, serta apakah keberangkatannya dilakukan atas kehendak sendiri atau terdapat tekanan maupun paksaan.
DIMINTA SEGERA DIUSUT
Keluarga berharap aparat kepolisian segera melakukan pengecekan terhadap informasi tersebut, termasuk meminta keterangan dari Nada, Mimin, pihak keluarga kedua belah pihak, serta menelusuri kendaraan pikap putih yang digunakan dalam penjemputan.
Jika laporan resmi dibuat, aparat dapat menilai fakta berdasarkan keterangan para pihak dan alat bukti yang tersedia. Status hukum peristiwa tersebut juga harus ditentukan berdasarkan hasil penyelidikan, bukan semata-mata berdasarkan tuduhan dari salah satu pihak.
Keluarga Nada menegaskan mereka tidak ingin persoalan ini diselesaikan secara sepihak. Mereka meminta keberadaan Nada dipastikan terlebih dahulu dan seluruh proses, termasuk apabila ada rencana pernikahan, dilakukan sesuai kehendak dan ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga berita ini disusun, keterangan dari Mimin maupun pihak keluarga laki-laki mengenai peristiwa tersebut belum diperoleh. Karena itu, tudingan mengenai penculikan masih merupakan klaim dari pihak keluarga Nada dan perlu dibuktikan melalui proses hukum.
MAROS — fajaraktual.online
Suasana keluarga Nada, seorang perempuan yang berdomisili di kawasan Maros Tonasa 1, mendadak berubah setelah dirinya diduga dijemput seorang laki-laki bernama Mimin pada Selasa malam, 15 September 2026, sekitar pukul 23.15 WITA.
Menurut keterangan keluarga, Mimin datang ke rumah menggunakan sebuah kendaraan pikap berwarna putih. Keluarga menduga kendaraan tersebut merupakan kendaraan milik bos toko bahan bangunan tempat Mimin bekerja, yang disebut berada di sekitar kawasan Pertamina Bili-Bili.
Peristiwa penjemputan yang berlangsung larut malam tersebut kemudian menimbulkan persoalan serius bagi keluarga Nada. Hingga Rabu, 16 September 2026, keluarga menyatakan Nada belum dikembalikan ke rumah.
Orang tua Nada mengaku tidak pernah memberikan persetujuan kepada pihak laki-laki untuk membawa anaknya pergi pada malam tersebut.
“Keluarga laki-laki memang sudah pernah meminta agar anak saya dinikahkan, tetapi kami dari keluarga perempuan menolak,” demikian keterangan orang tua Nada.
Keluarga menegaskan, penolakan tersebut membuat keberangkatan Nada bersama Mimin menjadi persoalan yang menurut mereka harus segera mendapat kejelasan.
Orang tua Nada bahkan menyatakan siap menempuh jalur hukum apabila anaknya dinikahkan tanpa persetujuan keluarga atau apabila ditemukan unsur pidana dalam proses membawa Nada dari rumah.
“Kalau ada yang menikahkan anak saya, pasti saya tuntut dan saya pidanakan. Saya akan melaporkan kepada pihak yang berwajib mengenai penculikan anak saya,” tegas orang tua Nada.
Menurut keluarga, persoalan utama bukan semata-mata mengenai rencana pernikahan, melainkan bagaimana Nada dijemput pada malam hari dan kemudian belum kembali ke rumah.
Keluarga mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab atas keberadaan Nada, ke mana ia dibawa, serta apakah keberangkatannya dilakukan atas kehendak sendiri atau terdapat tekanan maupun paksaan.
DIMINTA SEGERA DIUSUT
Keluarga berharap aparat kepolisian segera melakukan pengecekan terhadap informasi tersebut, termasuk meminta keterangan dari Nada, Mimin, pihak keluarga kedua belah pihak, serta menelusuri kendaraan pikap putih yang digunakan dalam penjemputan.
Jika laporan resmi dibuat, aparat dapat menilai fakta berdasarkan keterangan para pihak dan alat bukti yang tersedia. Status hukum peristiwa tersebut juga harus ditentukan berdasarkan hasil penyelidikan, bukan semata-mata berdasarkan tuduhan dari salah satu pihak.
Keluarga Nada menegaskan mereka tidak ingin persoalan ini diselesaikan secara sepihak. Mereka meminta keberadaan Nada dipastikan terlebih dahulu dan seluruh proses, termasuk apabila ada rencana pernikahan, dilakukan sesuai kehendak dan ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga berita ini disusun, keterangan dari Mimin maupun pihak keluarga laki-laki mengenai peristiwa tersebut belum diperoleh. Karena itu, tudingan mengenai penculikan masih merupakan klaim dari pihak keluarga Nada dan perlu dibuktikan melalui proses hukum.
Reporter Pudding
