September 18, 2026
IMG-20260913-WA0024

STOK SOLAR DAN PERTALITE KOSONG DI SPBU TOLO, POLSEK KELARA PERKETAT PENGAMANAN

JENEPONTO — fajaraktual.online

Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali menjadi perhatian masyarakat di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Kondisi tersebut terlihat di SPBU 7592308 Tolo, Kecamatan Kelara, di mana stok Solar dan Pertalite dilaporkan kosong pada Minggu, 13 September 2026.

Berdasarkan data stok yang disampaikan pengelola SPBU, BBM yang masih tersedia hanya Pertamax sekitar 285 liter dan Dexlite sekitar 3.226 liter. Sementara Pertamax Turbo tercatat nihil.

Kondisi ini tentu menjadi perhatian, mengingat BBM merupakan kebutuhan vital masyarakat, khususnya bagi pengendara roda dua, kendaraan angkutan, pelaku usaha, hingga masyarakat yang bergantung pada kendaraan untuk aktivitas sehari-hari.

Polisi Turun Tangan, Empat Personel Disiagakan

Situasi kekosongan sejumlah jenis BBM tersebut mendapat perhatian dari jajaran Polsek Kelara, Polres Jeneponto.

Kapolsek Kelara Iptu Muh Akrif, S.Sos, memerintahkan empat personel untuk melakukan pemantauan dan pengamanan di sekitar SPBU sejak pukul 07.00 WITA.

“Personel kami berada di lokasi untuk memberikan informasi kepada masyarakat, mengatur antrean, dan mencegah terjadinya keributan. Kami imbau warga agar tidak panik dan tetap tertib,” ujar Iptu Muh Akrif.

Langkah pengamanan tersebut menunjukkan bahwa persoalan ketersediaan BBM bukan hanya menyangkut pelayanan SPBU, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan sosial apabila tidak ditangani secara cepat dan transparan.

Apalagi, dalam situasi stok terbatas, masyarakat sangat rentan terhadap praktik-praktik yang merugikan konsumen, seperti penimbunan, pembelian dalam jumlah tidak wajar, maupun penjualan kembali BBM dengan harga yang tidak sesuai ketentuan.

Pertanyaan Besarnya: Kapan Distribusi Kembali Normal?

Meski Solar dan Pertalite kosong, kondisi di lokasi hingga saat ini dilaporkan masih aman. Antrean kendaraan roda dua maupun roda empat berjalan lancar dan arus lalu lintas di jalur Jeneponto–Boro dua arah juga masih terpantau normal.

Namun, persoalan utamanya bukan sekadar apakah antrean berjalan tertib.

Pertanyaan yang kini menunggu jawaban adalah kapan pasokan Solar dan Pertalite kembali tersedia dan bagaimana memastikan distribusinya benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan?

Kekosongan BBM dalam waktu tertentu dapat menjadi persoalan serius apabila berlangsung berlarut-larut. Karena itu, masyarakat membutuhkan informasi yang jelas mengenai penyebab kekosongan, jadwal pasokan berikutnya, serta langkah yang dilakukan untuk memastikan distribusi tidak terganggu.

Pihak Polsek Kelara disebut terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan Pertamina mengenai jadwal pengiriman BBM selanjutnya.

Pengawasan Distribusi Harus Diperketat

Dalam kondisi kelangkaan, pengawasan tidak cukup hanya dilakukan di pintu SPBU. Rantai distribusi BBM juga perlu mendapat perhatian agar tidak terjadi penyimpangan antara pasokan yang dikirim dengan BBM yang benar-benar diterima dan dijual kepada masyarakat.

Aparat penegak hukum juga perlu memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi kelangkaan untuk melakukan penimbunan atau memperjualbelikan BBM secara ilegal.

Jika kemudian ditemukan adanya penyimpangan, masyarakat tentu berharap penegakan hukum dilakukan secara tegas dan tidak berhenti pada pemeriksaan administratif semata.

Di sisi lain, pengelola SPBU juga perlu memberikan informasi yang transparan mengenai kondisi stok dan kedatangan pasokan berikutnya agar masyarakat tidak mendapatkan informasi simpang siur.

Kelangkaan BBM jangan sampai menjadi ruang bagi oknum untuk mencari keuntungan di tengah kesulitan masyarakat.

Untuk saat ini, pengamanan di SPBU Tolo tetap dilakukan guna menjaga situasi tetap kondusif. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan dan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar SPBU 7592308 Tolo, Kecamatan Kelara, masih aman, tertib dan terkendali.

Humas Polres Jeneponto

Reporter (Asri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *