September 7, 2026
IMG-20260901-WA0043

TAKALAR , Fajaraktualonline.com — Aktivitas pertambangan di wilayah Gusunga, Dusun Dengilau, Desa Sawakong, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, kembali menuai penolakan dari masyarakat. Warga mengaku kecewa dan khawatir karena aktivitas alat berat kini semakin mendekati permukiman warga.

Kekhawatiran tersebut mencuat pada Selasa pagi. Sekitar pukul 08.15 WITA, warga mendengar suara excavator yang sebelumnya terdengar dari kejauhan. Namun setelah dilakukan pengecekan, warga mendapati alat berat tersebut telah berada sangat dekat dengan rumah penduduk.

Menurut keterangan warga, kondisi saat ini berbeda dengan sebelumnya. Jika dahulu masih terdapat area persawahan atau tanah yang menjadi jarak antara lokasi aktivitas tambang dan permukiman, kini jaraknya disebut semakin dekat, bahkan diperkirakan kurang dari 8 meter dari tebing dekat rumah warga.

Melihat kondisi tersebut, warga kemudian berinisiatif melakukan aksi penolakan dan meminta agar aktivitas pertambangan segera dihentikan.

“Kami bukan mencari masalah. Kami hanya khawatir dengan keselamatan warga, terutama rumah-rumah yang berada dekat dengan tebing tambang,” ujar salah seorang warga.

Kekhawatiran utama masyarakat adalah potensi longsor atau pergerakan tanah, terlebih jika pengerukan terus dilakukan semakin dekat dengan permukiman. Warga juga menyoroti keselamatan anak-anak yang kerap bermain di sekitar lokasi yang memiliki bagian tanah cukup dalam.

Bagi warga, kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele. Apalagi penolakan terhadap aktivitas tambang di wilayah tersebut disebut bukan kali pertama. Masyarakat Gusunga sebelumnya juga telah menyampaikan penolakan, namun selama aktivitas masih berada cukup jauh dari permukiman, warga memilih untuk tidak melakukan tindakan lebih jauh.

Kini, ketika aktivitas alat berat semakin mendekati rumah penduduk, keresahan masyarakat kembali muncul.

Warga Sudah Laporkan ke Kepolisian

Warga mengaku telah menyampaikan laporan awal kepada pihak Polsek melalui pesan WhatsApp kepada Kanit dan saat ini masih menunggu respons serta tindak lanjut dari pihak kepolisian.

Di sisi lain, warga juga berharap Pemerintah Desa Sawakong segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi lokasi dan mendengarkan aspirasi masyarakat.

Hingga informasi ini dihimpun, pihak yang disebut sebagai penanggung jawab kegiatan tambang belum terlihat memberikan penjelasan langsung kepada warga. Beberapa orang yang diduga merupakan pekerja lapangan terlihat berada di sekitar lokasi, sementara pihak penanggung jawab belum memberikan konfirmasi mengenai kegiatan tersebut.

Pemerintah Diminta Jangan Menunggu Terjadi Musibah

Masyarakat meminta perhatian serius pemerintah, baik pemerintah desa, kecamatan, maupun instansi terkait di Kabupaten Takalar dan Provinsi Sulawesi Selatan.

Warga berharap pemerintah tidak menunggu sampai terjadi longsor, kerusakan rumah, atau korban jiwa baru mengambil tindakan. Pemeriksaan terhadap lokasi, batas aktivitas tambang, aspek keselamatan, serta legalitas dan perizinan kegiatan dinilai perlu dilakukan secara transparan.

Masyarakat juga meminta agar setiap kegiatan yang berpotensi berdampak langsung terhadap keselamatan warga terlebih dahulu memperhatikan ketentuan yang berlaku dan kondisi lingkungan sekitar.

“Yang kami minta sederhana, pemerintah datang melihat langsung. Jangan sampai setelah terjadi sesuatu baru semua turun tangan. Rumah warga sudah sangat dekat dengan lokasi,” keluh warga.

Warga menegaskan bahwa penolakan tersebut bukan semata-mata persoalan aktivitas ekonomi, melainkan menyangkut keselamatan masyarakat dan lingkungan.

Kini masyarakat Gusunga menunggu langkah nyata pemerintah dan aparat terkait untuk memastikan apakah aktivitas tersebut memenuhi ketentuan yang berlaku serta apakah keberadaannya aman bagi permukiman warga.

Warga berharap pemerintah hadir sebelum persoalan ini berkembang menjadi konflik yang lebih besar ataupun menimbulkan bencana yang merugikan masyarakat.

 

kabiro Gowa 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *